Senin, 26 Januari 2009

"Baru satu... ... ...?"

waktu liburan kemarin, saya dan adik yang umurnya 3 tahun, pergi berdua menjenguk nenek ke Cirebon. seumur-umur belum pernah saya pergi tanpa didampingi ibu dan bapak keluar kota. paling jauh pun ke Tanjungsari. belum lagi berdua sama adik perempuan kecil.

kami naik travel. dan kebetulan, waktu itu, kami kebagian dijemput pertama. singkat cerita, kami diajak keliling Bandung dulu unutk menjemput penumpang lain. dan akhirnya kami sampai di depan rumah penumpang terakhir. The last travelers itu adalah seorang nenek Cina dan seorang mba-mba Cina.

tempat duduk yang masih kosong ya di sebelah saya dan adik. mereka beruda naik. saya pun udah siap-siap pasang wajah termanis untuk menyambut mereka. adik kecil udah duduk manis di pangkuan saya, setelah sebelumnya saya pelototin dia supaya nurut.

Nenek Cina itu naik, beliau tersenyum ramah pada saya. dan saya pun tersenyum padanya.
" Baru satu?" Eh? Tiba-tiba Nenek Cina itu bertanya.
"... ... ... ?!*&^%%$#@!" satu detik...dua detik...tiga detik...kriik...kriiik...kriiiik..!

Saya nyoba untuk positif thingking dan nyari makna lain di balik pertanyaan itu. dan setelah saya sadar...
APA? Shock! kaget! ini adalah klimaksnya! selama saya hidup...ini adalah klimaksnya! hiks...
memang gak ada makna lain selain itu. apa lagi coba? apa yang akan anda bayangkan ketika melihat seorang saya sedang memangku anak berumur 3 tahun?
"Baru satu?" benar-benar seperti sembilu yang merancap nyaring ke dalam dada ini! (lebay-isme kambuh)

Saya mencoba tetap cool dan tersenyum pada Nenek Cina itu. akhirnya saya memutuskan untuk jujur padanya.
sambil tetap tersenyum manis tentunya, saya bilang,
" Maaf...saya masih SMA. ini adik saya,Bu!"
"... ... ...?!*&^%$#@!" sekarang tampak wajah nenek yang Shock.
kemudian Nenek Cina itu berbicara pada Mba-Mba Cina dengan bahasa Cina. ya sudah lah...!
Memang begini nasibku!

* * *

saya pikir insiden kemarin adalah klimaksnya. mengalami kasus seperti ini bukan sekali dua kali. memang sudah dari dulu! waktu SD disangka SMA, waktu SMP disangka kuliah, udah SMA disangka...
entar kalo udah kuliah disangka apa?

awalnya saya gak terima. itu berarti saya punya wajah tua. Hahaaaa....!
belum lagi banyak orang yang bilang saya mirip sama teteh ini...teteh itu...dan bahkan akang itu!
padahal umur kita beda beberapa tahun.(nyaris di tiap angkatan di SMA 3, ada aja yang mengklaim saya mirip sama seseorang! (halah!))
selain tua, pasaran lagi...! malang nian....!
tapi gak apa-apa... sekarang saya bahagia punya wajah begini. karena langka dan gak ada duanya di dunia! its me!
saya bersyukur dikaruniai mata lengkap dan bisa melihat, hidung mancung dan bisa bernafas, mulut yang bisa bicara. gak kurang sedikitpun!
Alhamdulillah...

suatu hari...ada tetangga baru di sebelah rumah. nenek dan cucunya sedang jalan-jalan sore, dan kebetulah 2 adik saya yang kecil-kecil lagi main di depan rumah. Nenek dan cucunya mampir di teras rumah dan bermain dengan adik-adik saya.
saya keluar, tadinya mau ibu, tapi beliau lagi sibuk. saya ngobrol banyak sama nenek itu. wah...senangnya punya tetangga baru yang ramah dan baik hati!

beberapa waktu berselang...

anak si nenek dan ibu si cucu datang ke rumah. sambil beramah tamah dan silaturahim dengan tetangga baru.
saya pasang wajah termanis...kemudian ibu-ibu muda itu bilang sambil mengulurkan tangan ke saya buat sasalaman,
" Ibunya anak-anak?"

* * *

2 komentar:

  1. ahahahaha...
    sabar camaar.. sy jg suka suka ditanyain orang "kuliah dimana?"
    paling parah waktu itu pas di kereta sendiri, ditanyain mas2 gj gitu, "di Bandung ngapain? kerja?"
    parah banget kaann!!!! hahahaha.

    *curhatan orang yg senasib :p

    BalasHapus
  2. he-eh teh, setuju sama org ys di atas
    waktu nd belanja ke indomaret, mba"nya bilang gini, "Ini aja Bu?"
    Terus waktu ke Pramitha, ditanyain TTLnya, dijawab Januari 1993. Eh pas dipanggil, "Ibu Endah!" padahal aku lagi pake batik 3 loh teh..sedih..><,,

    BalasHapus