Minggu, 25 Januari 2009

Risau Karena Tak Risau

Bismillahirrahmaanirrahiim...

SPIRIT!!!!
semangat! Semangat Kawan! Fight! keep Hamasah!

Beberapa hari terakhir sempat bimbang dan bingung. ada kalanya justru kita ngerasa ingin gak tenang. ingn deg-deg-an, ingin takut, ingin gelisah, ingin risau. dan kemudian merasa takut karena gak ada rasa takut di hati. dan risau karena gak ada risau, merasa gelisah karena gak ada kegelisahan di sini. konteksnya mirip-mirip denga apa yang pernah rasulullah katakan.
"menangislah karena Allah. jika tidak bisa, menangislah karena itu." ya mirip sangat! cuma objeknya bukan menangis, tapi rasa takut, risau, dan gelisah. Kok???

ketika orang banyak nyari ketenangan, ini malah ingin risau? kenapa?

ada 3 hal yang membuat seseorang bergerak: 1. rasa takut,.2.impian,3. cinta.(bernostalgia waktu jaman-jamannya LKS, hehehe)...
ya keinginan untuk bergerak dan terus bergerak. apalagi sekrang. sudah memasuki masa-masa kritis. 3 bulan lagi UAN, 5 bulan lagi SPMB. apa gak ada hal yang bisa membuat diri ini bergerak? rasanya ko lempeng banget?temen2 di sekolah udah sibuk dengan bimbel-bimbelnya, TO sana-sini, tambahan...dan itu berarti menjadi sangat sibuk, alias terus bergerak kan? tapi kenapa saya bisa lempeng banget? udah mah gak ikut Bimbel apa-apa. belajarpun di kelas dan di rumah aja. bahas soal-soal sebisanya. rasanya ikhtiar saya jauh...banget sama temen-temen di luar sana.

yang ada adalah keraguan: apakah rasa tenang dan lempeng ini pertanda baik atau buruk? justru ini yang saya rasa harus dieval habis-habisan. muhasabah...mungkin hati ini terlalu kotor dan (jangan sampai) impian saya kurang kuat tertanam? mungkin?Astagfirullah...! atau mungkin akan ada hal lain yang bakal terjadi di selang waktu sebelum UAN dan SPMB? yang bikin saya kembali risau dan deg-degan?

kalo inget jaman SMP, baru duduk di bangku kelas 3 aja, deg-degannya udah gak ada dua. tiap ada guru yang membahas seputar UAN, yang ada malah ingin nangis. dan ternyata hal itu ampuh untuk membuat diri ini terus bergerak. gak mau gagal, gak mau salah. ingin berhasil! harus berhasil meraih cita-cita masuk SMAN 3! dan alhamdulillah...

ya...saya gak tau harus gimana lagi untuk bikin diri ini ketakutan dan gelisah? baca buku-buku, memikirkan bagaimana akhirnya hidup saya? bagaimana kita akan dikenang? Akan memberi apa pada orang-orang yang nanti pasti ditinggalkan? Astagfirullah...

jadi inget kisahnya Handzallah! pada suatu hari, handzallah pernah berteriak, "handzallah munafik! Handzallah munafik! Handzallah munafik!" . para sahabat menghampirinya dan bertanya mengapa dia berbicara begitu?
dan jawabannya adalah Handzallah merasa, hanya ketika bersama Rasulullah keimanannya begitu tinggi. rasanya Neraka dan surga ada di depan mata. tapi ketika tidak bersama Rasullullah...handzallah kembali seperti biasa. (saya banget!)

munafik?
jangan sampai! jangan sampai!
di manapun, kapanpun, dan bagaimanapun kondisi kita, semoga keimanan ini selalu mengakar. keimanan yang berbuahkah rasa takut sekaligus harap,,,yang membuat diri ini selalu bergerak dan GAK bisa berhenti sampai tiba di tujuan.

Dalam doa penuh cinta ini
ku tak akan lagi sendiri
malaikat pun menaungi
sujud padaMu

di tengah tunduknya hati ini
mohon tanamkan iman di sini
agar tiada ragu...kuberkata
Kau tiada terdua

(Fajar :Tiada terdua)

Pada akhirnya memang akan kembali pada hati kan? Krisis imankah? Krisis tujuankah? Krisis multidimensional jangan-jangan? Kalo gitu kenapa gak merasa takut dan risau?
Jangan sampai ya! Jangan sampai!!!

1 komentar:

  1. arghhhhhh.....
    aku lagi risau...
    risau urusan dunia wi.... :((
    hati ku sudah terkotorii..
    hitamm...sehitam angus... arghhhhhh

    BalasHapus