Bismillahirrahmaanirrahiim...
Beberapa hari terakhir ada yang cukup membuat saya terkaget-kaget dan sedih. Sekarang saya merasakan bahwa, masa kelas 3 SMA adalah masa yang memerlukan kedewasaan. dan kesimpulan yang saya alami kemarin adalah: saya belum cukup dewasa.
Dapat memilih dan menentukan menjadi salah satu indikator kedewasaan. untuk memilih jurusan dan kelak akan jadi apa? itu juga termasuk. dan gara-gara hal ini Ibu dan Bapak kemarin terlihat kecewa. Maaf Bu, Pak!
Awal-awal saya ingin sekali bisa masuk Fakultas Kedokteran UNPAD. Alasannya:karena saya suka biologi dan suka belajar tentang tubuh manusia. Ingin berprofesi sebagai orang yang melayani masyarakat dan nyata kebermanfaatannya di masyarakat (saat itu mungkin masih terpengaruh sama lingkungan karena sebagian besar teman-teman ingin masuk ke sana juga) Jujur, waktu mengutarakan niatan dan mendiskusikannya ke orang tua, saya seolah-olah mendengar:"Apa benar Nis?Kedokteran?"
Padahal jauh di dalam hati, saya masih belum menemukan tujuan itu.
"Sebenarnya kamu mau jadi apa Nis? Sebenarnya kamu ingin apa?"
berkali-kali kalimat itu saya tanyakan ke diri sendiri. "Bener nih kedokteran? Atau jangan-jangan karena ada alasan terselubung?" Jangan sampai...cuma karena alasan "terselubung" itu, kamu bela-belain masuk kedokteran!
Makin dekat ke SNMPTN, saya bimbang lagi. mencari-cari apa sebenarnya yang diinginkan hati dan diri. BUkan cuma itu...kondisi juga masuk list pemikiran saya untuk menimbang-nimbang. Sebagai anak tertua dan punya adik-adik yang masih kecil, dan kondisi keluarga yang nampak meragukan untuk saya bisa menuntut ilmu di FK. Jadi...mungkin akan lebih baik kalo saya masuk ke universitas yang terjangkau dan cepat kerjanya.
Akhirnya, dengan gampang, saya merubah lagi tujuan saya. ikutan test ini itu. Untuk cadangan, alasannya. dan itu membuat Bapak dan Ibu bingung,"Ni anak sebenarnya mau masuk mana sih?". Bapak dengan mantap bilang, bahwa...jangan memikirkan bagaimana biaya nanti. Yang penting sekarang saya harus fokus dan terus ikhtiar dan berdoa. Kalau memang kedokteran sesuai dengan jiwa saya, Bapak akan terus ikhtiar. Rizky Allah itu gaib. (I love You Pak , Bu!)
iya...sekarang adalah" lakukan yang terbaik". jangan berpikir terlalu jauh. yang penting do the best dulu lah! walaupun mungkin tujuan dan keinginan yang kuat itu belum terasa. tapi keinginan untuk membahagiakan ibu dan bapak...itu yang saya jadikan motor penggerak.
Wallahualam..! Selama pencarian itu, sekuat tenaga saya pakai untuk memahami diri, berdoa, dan menangkap "sinyal". Sedih sangat! krisis cita-cita jangka pendek. Yang saya tau, Saya ingin membahagiakan ibu dan Bapak. Yang saya tau, tujuan saya adalah Ridho Allah. Yang saya rasakan, cita-cita saya adalah syahid. Tapi saya gak tau akan meraih itu semua dengan "cara apa?" ini juga bahaya.
Bahkan sampai sekarang. mohon untuk diberi petunjuk dan dimantapkan hati. Kemanapun kelak saya kuliah/bahkan mungkin tidak kuliah, saya harap, itu bisa mengantarkan saya memenuhi janji pada Allah dan Ibu. Mengantarkan saya pada syahid dan surga. Membuat saya bisa semakin kencang berlari menuju Allah. Tempatkan hamba di tempat terbaik, Rabb!
Amin...
Kamis, 26 Februari 2009
Sabtu, 07 Februari 2009
Sudah lama tidak mengisi
semakin mendekati UN dan SNMPTN...
Jadi..wahayna, blog ini mulai gak keurus...
Jadi..wahayna, blog ini mulai gak keurus...
Langganan:
Postingan (Atom)